TANGAN TANGAN TAK BERTUAN


Rupanya, tangan-tangan itu
Telah sampai di tempat tidurmu
Membangunkanmu tanpa ampun pada pagi jam tujuh
Setiap hari dari Senin sampai Minggu
Kamu pun bergegas
Setelah sebelumnya meraba-raba sisi tempat tidurmu
Berharap kamu masih mendapati perempuanmu
Kamu akhirnya terbangun
Tangan-tangan itu kembali menyeretmu
Masuk ke dalam pusaran
Orang-orang lalu lalang
Pergi pagi pulang malam
Tangan-tangan itu tak memberimu ampun
Atau bahkan ruang senggang
Tangan-tangan itu bahkan bisa mendapatimu
Meski kamu telah bersusah payah sembunyi
Meringkuk di dalam kolong tempat tidurmu yang sempit
Maka sesekali menangislah kamu
Seperti anak kecil yang kehilangan mainannya
Bedanya kamu telah kehilangan segalanya
Segala yang melekat pada tubuh dan harimu
Segala yang pernah labuh dan rajut pada mimpimu
Semuanya hilang karena tangan-tangan itu tak mengijinkanmu istirahat
Perempuanmu pun pergi
Lalu ruang merindu padamu tak ada lagi

Komentar