SETIAP PAGI

Setiap pagi
Pergi, kenakan seragam
Sama dan serupa
Berbeda hanya warna
Dan mungkin teks nama
Ah, rasanya seperti kerbau yang digiring ke padang rumput
Disuruh lah merumput, makan, makanlah kami
Disuruh berak, beraklah kami
Menunggu hari penyembelihan tiba
Menjadi tua dan keriput
Dengan kenangan hari yang pilu
Betapa mengerikannya
Rutinitas kerbau seperti ini
Menjijikan, tapi terus kami jilati
Menghamba seperti tak ada yang lainnya
Salah jadi benar
Benar tetap jadi yang paling benar
Mengular seperti lingkaran setan yang tiada terputus meski telah sampai urat nadi
Muak dan busuk
Hanya bisa mengumpat serupa orang gila
Serupa orang yang tengah ditinggal kekasih pergi kawin dengan orang lain
Taik!
Anjing!
Bangsat!
Tapi hanya itu yang keluar, bukan lagi tubuh yang pergi bergerak.
Mengerikannya hari-hari
Berjalan tergesa-gesa
Tanpa hidup yang sesuka dan semaunya
Pada akhirnya, sore adalah rindu
Bagi kaum-kaum yang melacurkan tubuh sedari pagi
Demi eksistensi
Demi sampah-sampah mimpi masa kecil
Serupa diri, cermin bayang tubuh yang

HAHAHAH tertawa sampai mampus menjilat diri sendiri

Komentar