Tuhan telah mengambil ramaiku
Memulangkan orang-orang baikku ke rumahnya masing-masing
Jarak telah memangkas tatap mukaku dengan orang-orang baikku
Kini, hanya tersisa aku yang semakin akrab dengan sepi seperti orang yang bersedih sepanjang hari
Berbicara seorang diri, atau kadang dengan ruangan sunyi di kamar yang terkunci
Tapi, ternyata Tuhan tidak berhenti menggantikan orang-orang baikku dengan orang-orang baik berwajah baru
Pada mereka, tawa kini tercipta, kesedihan bukan lagi milik sendiri, percakapan juga mengalir tiada henti, bahkan sampai pagi pergi
Pada mereka, kini aku tahu, begini lah cara semesta membawa kita, menuntun kita keluar dari labirin
Pertemuan demi pertemuan bukanlah sebuah keajaiban melainkan tentang hidup yang berjalan.
Memulangkan orang-orang baikku ke rumahnya masing-masing
Jarak telah memangkas tatap mukaku dengan orang-orang baikku
Kini, hanya tersisa aku yang semakin akrab dengan sepi seperti orang yang bersedih sepanjang hari
Berbicara seorang diri, atau kadang dengan ruangan sunyi di kamar yang terkunci
Tapi, ternyata Tuhan tidak berhenti menggantikan orang-orang baikku dengan orang-orang baik berwajah baru
Pada mereka, tawa kini tercipta, kesedihan bukan lagi milik sendiri, percakapan juga mengalir tiada henti, bahkan sampai pagi pergi
Pada mereka, kini aku tahu, begini lah cara semesta membawa kita, menuntun kita keluar dari labirin
Pertemuan demi pertemuan bukanlah sebuah keajaiban melainkan tentang hidup yang berjalan.
Komentar
Posting Komentar