KEMARAU

Kemarau bukan lagi milik tanah-tanah tandus di seberang sana atau milik sungai-sungai kering di tepian sana.
Melainkan, kemarau adalah milik mata kita.
Tak akan ada lagi hujan yang singgah di pelupuk matamu, pun mataku. Air mata tak lagi menganak sungai, sebab kering sudah mengantar jiwa-jiwa yang pergi.

Dan, aku ingin memeluk diriku sendiri sebelum mati berkali-kali. 

Komentar